

Di dunia kerja yang serba cepat ini, kadang kita perlu merogoh kembali ke masa lalu untuk meminta referensi dari mantan atasan. Ya, kamu tidak salah baca! Meminta referensi bukanlah hal yang memalukan, malah bisa jadi langkah cerdas untuk membuka pintu kesuksesan yang baru. Lalu, bagaimana cara meminta referensi dari mantan atasan tanpa merasa canggung? Mari kita ulas bersama-sama!
Pertama-tama, mari kita ingat kembali momen-momen indah saat bekerja bersama mantan atasan. Tentu, ada saat-saat ketika kita merasa seperti Tim Lamaraja yang selalu siap menghadapi tantangan. Namun, saat kita memutuskan untuk melangkah ke petualangan baru, kita perlu dukungan dari orang-orang yang mengenal kita dengan baik. Di sinilah pentingnya permintaan referensi dari mantan atasan.
Sebelum menghubungi mereka, pastikan kamu sudah menyiapkan semua yang diperlukan. Buka kembali catatan tentang proyek yang pernah kamu kerjakan bersamanya. Jika kamu pernah menerima pujian atas kerja kerasmu, ingat-ingat kembali momen itu. Dengan begitu, kamu bisa mengingatkan mantan atasan tentang kontribusimu dan betapa berartinya pengalaman tersebut. Nah, kalau kamu butuh referensi tentang cara menulis CV yang menarik, kamu bisa mendapatkan template CV yang keren untuk membantu menampilkan dirimu dengan lebih baik di depan mereka.
Setelah kamu merasa cukup siap, saatnya untuk menghubungi mantan atasan. Mulailah dengan sapaan hangat. Mungkin kamu bisa mengingatkan dia tentang kenangan-kenangan lucu yang pernah kalian alami. Cara ini bisa membuat suasana lebih rileks. Misalnya, “Halo, Pak/Bu [Nama Atasan]! Apa kabar? Masih ingat waktu kita terjebak dalam proyek itu dan harus lembur sampai malam? Nostalgia banget ya!”
Setelah itu, langsung saja sampaikan tujuanmu. Jangan berbelit-belit. Katakan bahwa kamu sedang mencari peluang baru dan sangat menghargai jika mereka bersedia memberikan referensi. Ingat, permintaan referensi dari mantan atasan sebaiknya disampaikan dengan kesan positif dan percaya diri. Kamu bisa bilang, “Saya sedang melamar posisi [sebutkan posisi] di [nama perusahaan], dan saya pikir referensi dari Anda akan sangat berarti bagi saya.”
Satu hal yang perlu diingat, jangan pernah meminta referensi hanya berdasarkan kenangan indah. Pastikan bahwa mantan atasan juga memiliki pandangan positif tentang kinerjamu. Jika kamu merasa ragu, mungkin ini saat yang tepat untuk meningkatkan keterampilanmu. Coba deh ambil kursus online yang relevan untuk menambah nilai jual dirimu!
Setelah mengirimkan permintaan, bersiaplah untuk mendengar balasan. Ada kemungkinan mereka akan bertanya tentang posisi yang kamu lamar, jadi siapkan jawaban yang jelas dan meyakinkan. Ini adalah kesempatanmu untuk menunjukkan bahwa kamu sudah memikirkan langkah berikutnya dengan serius.
Dan jika semuanya berjalan lancar, jangan lupa untuk mengucapkan terima kasih. Ini adalah langkah penting dalam membangun hubungan baik, meskipun kamu sudah tidak bekerja bersama lagi. Sebuah ucapan terima kasih sederhana bisa jadi jembatan untuk kesempatan di masa mendatang.
Sebelum kita akhiri, jangan ragu untuk mempercantik profil LinkedIn-mu. Pastikan semua informasi terbaru tercantum dengan baik. Jika kamu butuh panduan dalam mengatur profil LinkedIn-mu, cari tahu di ebook panduan LinkedIn yang bisa membantumu tampil lebih profesional!
Jadi, bagaimana cara meminta referensi dari mantan atasan? Dengan persiapan yang baik, komunikasi yang santai, dan sikap yang percaya diri, kamu bisa mendapatkan dukungan yang kamu butuhkan. Ingat, setiap langkah yang kamu ambil adalah bagian dari perjalanan menuju kesuksesan. Tim Lamaraja selalu siap membantu, dan kamu pun bisa melangkah lebih jauh dengan dukungan yang tepat! Selamat mencoba, dan semoga sukses di petualangan barumu!